<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Cililin</title>
	<atom:link href="http://cililin.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cililin.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan online Cililin di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 07:27:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Defender Bobby Satria</title>
		<link>http://cililin.blogdetik.com/2011/07/23/defender-bobby-satria/</link>
		<comments>http://cililin.blogdetik.com/2011/07/23/defender-bobby-satria/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 07:26:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cililin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Defender Bobby Satria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cililin.blogdetik.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dipastikan tetap dipertahankan Sriwijaya FC (SFC), defender Bobby Satria mengaku sudah tidak sabar menghadapi Liga Super Indonesia 2011/2012 mendatang. Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat,ini mengatakan bahwa selama bermain sepak bola, dia belum pernah merasakan bagaimana sensasi bermain bersama dengan pelatih di sebuah pertandingan. Dengan terpilihnya duet Pelatih Kas Hartadi dan Keith Jerome ’Kayamba ‘ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah dipastikan tetap dipertahankan Sriwijaya FC (SFC), <a href="http://cililin.blogdetik.com/2011/07/23/defender-bobby-satria/">defender Bobby Satria</a> mengaku sudah tidak sabar menghadapi Liga Super Indonesia 2011/2012 mendatang. Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat,ini mengatakan bahwa selama bermain sepak bola, dia belum pernah merasakan bagaimana sensasi bermain bersama dengan pelatih di sebuah pertandingan. Dengan terpilihnya duet Pelatih Kas Hartadi dan Keith Jerome ’Kayamba ‘ Gumbs, membuatnya sebentar lagi bakal mendapatkan kesempatan dan pelajaran berharga dari sang mentor yang juga akan bertindak sebagai kapten tim.<br />
<span id="more-13"></span></p>
<p>Bagi Bobby, kesempatan itu merupakan suatu kehormatan baginya.’’Saya tidak sabar untuk latihan dan kembali bertanding pada musim depan bersama-sama Kayamba,’’ ujar Bobby. Kolaborasi antara dua pelatih yang berbeda bangsa dan sama-sama untuk pertama kali dipercaya menangani sebuah klub yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, diharapkan dapat memberikan sebuah perubahan positif dan dapat meraih hasil maksimal dengan menjadi yang terbaik.</p>
<p>Memang, baik Kas maupun Kayamba belum bisa disejajarkan dengan mantan pelatih lama SFC Ivan Kolev yang memiliki banyak pengalaman melatih klub besar maupun sebuah timnas.Namun,kedua pelatih baru ini setidaknya memiliki banyak pengalaman bertanding sebagai pemain. Apalagi khusus untuk Kas, dia sebelumnya pernah memegang jabatan sebagai pelatih di SFC-U 21 dan Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA).</p>
<p>Sementara Kayamba telah mengantongi lisensi pelatih fisik. ’’Kayamba tentunya memberikan sentuhan baru.Apalagi,saya tidak sabar seperti apa Kayamba memberikan kami latihan dan juga Mas Kas.Saya yakin mereka bisa memberikan warna baru yang lebih segar di SFC. Kita lihat saja musim depan bagaimana format baru racikan mereka,’’ tutur Bobby.</p>
<p>Bobby merupakan salah satu pemain yang cukup lama berkostum SFC. Musim depan merupakan tahun ketiganya bersama Kayamba yang telah setia empat musim membela Laskar Wong Kito. Dengan kondisi ini,dia pastinya sangat paham bagaimana karakter pemain asal St Kitt-Nevis yang telah bermain di hampir seluruh benua di dunia kecuali Afrika ini.</p>
<p>’’Dia (Kayamba) seorang pemain cerdas, tetapi untuk pelatih,saya belum bisa bicara banyak. Yang jelas, saya tidak sabar untuk bermain dengan dia di lapangan hijau. Pastinya komunikasi kami lebih lancar di lapangan jika langsung dipimpin seorang pelatih,pemain,sekaligus kapten tim,” paparnya.</p>
<p>Seusai didepaknya bek asal Brasil Claudiano Alves dos Santos,mantan pemain Persebaya ini disebut-sebut sebagai calon kuat penggantinya sebagai palang pintu yang kukuh untuk menghalau setiap serangan lawan. Namun, tidak dapat dimungkiri jika SFC juga sangat bernafsu mendatangkan bek Arema Indonesia Leonard Tupamahu untuk berduet dengan Thierry Gathuessi.</p>
<p>Terpisah, Pelatih Kas Hartadi pun mengatakan tidak pernah meragukan kualitas dan totalitas Bobby di lapangan. Hal itu dilihatnya secara langsung saat dirinya masih menjabat sebagai asisten pelatih SFC musim lalu. ’’Bobby pemain yang bagus dan disiplin. Jika dia mendapatkan banyak kesempatan, saya yakin kemampuannya akan semakin baik,’’ pungkasnya. Demikian catatan online <a href="http://cililin.blogdetik.com/">Cililin</a> yang berjudul Defender Bobby Satria.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cililin.blogdetik.com/2011/07/23/defender-bobby-satria/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aparat kepolisian</title>
		<link>http://cililin.blogdetik.com/2011/06/04/aparat-kepolisian/</link>
		<comments>http://cililin.blogdetik.com/2011/06/04/aparat-kepolisian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 06:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cililin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Aparat kepolisian]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cililin.blogdetik.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Aparat kepolisian mengantongi identitas pelaku pembakaran fasilitas dua gereja di Desa Kertaraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lutim AKBP Andi Firman mengatakan,dari hasil penyelidikan, pelaku sudah teridentifikasi.“ Secepatnya pelaku kasus ini akan diungkap,” ujar Kapolres,kemarin. Hingga kemarin, polisi belum menetapkan tersangka kasus ini.Polisi telah memeriksa 11 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Aparat kepolisian mengantongi identitas pelaku pembakaran fasilitas dua gereja di Desa Kertaraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lutim AKBP Andi Firman mengatakan,dari hasil penyelidikan, pelaku sudah teridentifikasi.“ Secepatnya pelaku kasus ini akan diungkap,” ujar Kapolres,kemarin. Hingga kemarin, polisi belum menetapkan tersangka kasus ini.Polisi telah memeriksa 11 warga sebagai saksi.</p>
<p>Kapolres mengatakan, dua saksi merupakan penjaga gereja yang pertama kali menemukan sisa pembakaran fasilitas gereja. Selain itu, turut menjadi saksi kepala desa setempat,pendeta GMII dan pastor Gereja Katolik Santo Paulus. Pembakaran Gereja Masehi Injili Indonesia (GMII) dan Gereja Katolik Santo Paulus di Tomoni Timur terjadi Rabu (1/6) dini hari, atau sehari sebelum umat Katolik memperingati Hari Kenaikan Isa Almasih.<br />
<span id="more-12"></span></p>
<p>Di Gereja GMII, pelaku membakar sejumlah fasilitas gereja,di antaranya mimbar dan satu kursi plastik.Tiga alat pengeras suara juga raib.Kejadian yang sama terjadi di Gereja Katolik Santo Paulus.Di tempat ibadah itu kain gorden di ruang utama gereja terbakar dan salib yang terbuat dari perunggu hilang.</p>
<p>Polisi menemukan sisa-sisa jerami dan kertas yang terbakar di sekitar fasilitas gereja yang terbakar. Situasi di Tomoni Timur,kemarin, tetap aman dan kondusif. Meski demikian, aparat kepolisian tetap disiagakan di desa itu, terutama menjaga dua rumah ibadah yang fasilitasnya terbakar.</p>
<p>Kemarin, Kapolres Lutim AKBP Andi Firman kembali mempertemukan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan unsur muspida setempat untuk meredam agar kasus ini tidak merembet ke isu suku agama ras dan antargolongan (SARA). Menurut Kapolres,masyarakat Tomoni Timur tetap melaksanakan aktivitasnya seperti sediakaladantidakterpengaruh atas kejadian itu.</p>
<p>Kapolres mengakui pembakaran ini muaranya untuk memprovokasi umat beragama diLutimyangselama ini hidup rukun dan harmonis.“ Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kasus ini,”ujar Kapolres. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKAUB) Lutim Ardias Bara berharap pelaku pembakaran itu bisa segera ditangkap.FKAUB dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim sepakat menyerahkan kasus ini ke aparat hukum.</p>
<p>“Kami atas nama pemeluk agama yang selama ini hidup rukun dan harmonis di Lutim, mengecam dan mengutuk pelaku,” ungkapnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Lutim Bahri Suli juga mengajak umat beragama di Bumi Batara Guru saling menjaga toleransi, tidak terpancing, dan ikut menjaga kamtibmas pascakejadian. “Mari kita tetap menjaga toleransi dan kehidupan antarumat beragama agar tetap harmonis. Masyarakat di Lutim selama ini hidup rukun tanpa ada sekat perbedaan,”tandas dia. Dan support untuk <a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/category/kontes-seo" target="_blank">Kontes SEO</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cililin.blogdetik.com/2011/06/04/aparat-kepolisian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ruang kelas di kompleks Sekolah</title>
		<link>http://cililin.blogdetik.com/2011/01/24/ruang-kelas-di-kompleks-sekolah/</link>
		<comments>http://cililin.blogdetik.com/2011/01/24/ruang-kelas-di-kompleks-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 14:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cililin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cililin.blogdetik.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Halimah (29) dan Erika (25) memilih bertahan di ruang kelas di kompleks Sekolah Indonesia di Singapura, Minggu (23/1/2011) siang, daripada mengikuti pertemuan dengan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari Jakarta.
Mereka asyik berselancar di komputer jinjing masing-masing membuka situs jejaring sosial sambil sesekali mengecek informasi dari universitas terbuka (UT), tempat mereka kuliah sekarang.

Sesekali, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halimah (29) dan Erika (25) memilih bertahan di <a title="ruang kelas di kompleks Sekolah" href="http://cililin.blogdetik.com/2011/01/24/ruang-kelas-di-kompleks-sekolah/" target="_self">ruang kelas di kompleks Sekolah</a> Indonesia di Singapura, Minggu (23/1/2011) siang, daripada mengikuti pertemuan dengan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari Jakarta.</p>
<p>Mereka asyik berselancar di komputer jinjing masing-masing membuka situs jejaring sosial sambil sesekali mengecek informasi dari universitas terbuka (UT), tempat mereka kuliah sekarang.<br />
<span id="more-11"></span><br />
Sesekali, Erika, tenaga kerja Indonesia asal Metro Timur, Lampung, berbicara dalam bahasa Inggris kepada Halimah, TKI asal Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungtiram, Batubara, Sumatera Utara. Mereka mengambil jurusan yang sama, strata satu Penerjemah Bahasa Inggris UT.</p>
<p>&#8220;Tidak selamanya saya menjadi pembantu. Kan, saya pengin juga mendapat pekerjaan yang lebih baik di negara sendiri,&#8221; ujar Halimah, yang tahun ini memasuki semester II.</p>
<p>Erika yang sudah berkuliah IV semester pun mengangguk. &#8220;Daripada we waste our time by going anywhere, ada laptop, lebih baik kita belajar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Terus meningkat</p>
<p>Erika; Halimah; Sumarni Ramadanti (23) asal Adipala, Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah; dan Muzalimah Suradi (32) asal Pengkol, Kandangan, Kediri, Jawa Timur, menjadi bagian dari 853 TKI pembantu rumah tangga yang berkuliah di UT. Mereka mendaftar dan membayar 4 dollar Singapura per SKS untuk mata kuliah yang diambil.</p>
<p>Sejak UT membuka penerimaan untuk TKI di Singapura, jumlah mahasiswa terus meningkat dari 502 orang pada semester I/2009 menjadi 853 orang semester II/2010. Mereka mengambil berbagai mata kuliah yang diyakini bisa meningkatkan kompetensi demi bekal masa depan.</p>
<p>Sumarni, misalnya, lulusan SMEA Jurusan Akuntasi memilih meneruskan kuliah ke UT untuk menjadi sarjana akuntansi. &#8220;Saya mau memulai usaha katering di kampung. Ibu yang mengurusi menu dan memasaknya, saya hanya mengatur manajemen keuangan,&#8221; ujar mahasiswi semester IV ini sambil tersenyum.</p>
<p>Mereka pun memenuhi ruang kelas mengikuti berbagai pelajaran keahlian yang disediakan di samping kegiatan perkuliahan. Dengan antusias mereka meningkatkan kompetensi pada hari libur tersebut.</p>
<p>Majikan yang pengertian dengan memberikan libur sehari sangat membantu TKI. Bahkan, Erika, yang bekerja kepada pasangan berkebangsaan Ingris di Hill View Avenue, memiliki lebih banyak waktu untuk belajar karena jam kerja yang lebih singkat.</p>
<p>Kualitas</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi Singapura yang pesat memang menggiurkan bagi pekerja migran. Kondisi ini yang membuat ribuan orang terus berangkat bekerja ke luar negeri walau untuk menjadi pembantu rumah tangga.</p>
<p>Muzalimah dan kawan-kawan tidak merasa rendah diri dengan profesi tersebut. Mereka tetap bergairah bekerja sambil belajar karena sadar suatu saat harus memulai hidup baru dengan profesi baru.</p>
<p>&#8220;Yang kami lakukan sekarang mengumpulkan modal dan ilmu. Begitu kedua hal itu selesai, saya akan mulai usaha baru di kampung,&#8221; ujar perempuan putih berjilbab tersebut.</p>
<p>Mereka pun tak ragu memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah. Atas peranan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Dharma Wanita Persatuan KBRI Singapura dengan melibatkan pelajar Indonesia di Singapura, TKI PRT meningkatkan kompetensi mereka.</p>
<p>Saat ini ada 169.000 warga negara Indonesia. Sebanyak 92.000 orang di antaranya TKI PRT, 14.000 pelaut, 16.000 pekerja profesional, dan 21.000 pelajar.</p>
<p>Duta Besar RI untuk Singapura Wardana mengatakan, peningkatan kompetensi TKI PRT menjadi semakin mudah berkat kerja sama masyarakat Indonesia di Singapura dan pemerintah. Semakin banyak TKI yang memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan jenjang pendidikan mereka berkat program kelompok belajar Paket B, Paket C, dan UT.</p>
<p>Kepastian hukum yang baik di Singapura turut mendukung perlindungan TKI. Sebagian besar TKI PRT pun sadar hak mereka karena kualitas pendidikan yang relatif lebih baik dari mereka yang bekerja ke Malaysia.</p>
<p>Pemakaian bahasa Inggris di Singapura menuntut TKI harus memahami hal tersebut sehingga kemampuan TKI PRT di Singapura relatif lebih baik. Halimah mengatakan, masih ada TKI PRT yang menjadi korban kekejaman majikan dengan hanya makan nasi basi atau malah tidak diberi makan sama sekali dengan jam kerja berlebih.</p>
<p>Dalam berbagai keterbatasan peran negara untuk menciptakan lapangan kerja yang layak, mereka mengadu nasib ke luar negeri. Dengan segala kemampuan, ribuan TKI PRT berjuang mengumpulkan modal dan meningkatkan kompetensi untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Demikian catatan online <a title="Cililin" href="http://cililin.blogdetik.com/" target="_self">Cililin</a> tentang ruang kelas di kompleks Sekolah.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cililin.blogdetik.com/2011/01/24/ruang-kelas-di-kompleks-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kepolisian Resor (Polres) Muaraenim</title>
		<link>http://cililin.blogdetik.com/2010/12/31/kepolisian-resor-polres-muaraenim/</link>
		<comments>http://cililin.blogdetik.com/2010/12/31/kepolisian-resor-polres-muaraenim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 17:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cililin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cililin.blogdetik.com/2010/12/31/kepolisian-resor-polres-muaraenim/</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Kepolisian Resor (Polres) Muaraenim baru berhasil membekuk Amsarudin,43,satu dari sembilan tersangka pelaku perampokan tauke karet, di rumahnya,Selasa (28/12) sekitar pukul 18.00 Wib.

Dari tangan warga Dusun Talang Rambang Ulu,Desa Sugihan,Kecamatan Rambang, Muaraenim, ini, polisi menyita 2 butir peluru aktif jenis FN,3 buah selongsong peluru jenis FN, uang tunai sebesar Rp3 juta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Kepolisian Resor (Polres) Muaraenim baru berhasil membekuk Amsarudin,43,satu dari sembilan tersangka pelaku perampokan tauke karet, di rumahnya,Selasa (28/12) sekitar pukul 18.00 Wib.<br />
<span id="more-10"></span><br />
Dari tangan warga Dusun Talang Rambang Ulu,Desa Sugihan,Kecamatan Rambang, Muaraenim, ini, polisi menyita 2 butir peluru aktif jenis FN,3 buah selongsong peluru jenis FN, uang tunai sebesar Rp3 juta yang diduga hasil perampokan. Selain itu, diamankan 1 buah ponsel Nokia pink,kaus sweter abuabu yang digunakan tersangka saat merampok,dan 1 unit mobil merek Toyota Hilux BG 9391 DH milik korban Ardi Junaedi,32.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Muaraenim AKP Djoko Julianto mengatakan, penangkapan tersangka merupakan hasil penyelidikan intensif yang melacak keberadaan mobil korban yang dibawa lari tersangka. Ternyata, ada laporan tersangka baru pulang ke rumah membawa sebuah mobil. Lalu, saat diselidiki, ternyata mobil yang dibawa tersangka merupakan mobil milik korban.“Saat aksi perampokan,selain menguras uang dan menembak korban, tersangka membawa lari mobil korban.</p>
<p>Hasil laporan yang ada,ternyata tersangka membawa pulang mobil korban ke rumah, padahal sebelumnya tersangka tidak memiliki mobil,”ujar Djoko kemarin. Selain itu,berdasarkan hasil laporan masyarakat, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka di rumahnya saat sedang tidur.Ketika digeledah, di rumahnya ditemukan barang bukti selongsong dan peluru aktif. “Tersangka langsung digelandang ke Polsek Rambang untuk penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Sedangkan, polisi masih melakukan pengejaran terhadap sembilan tersangka lainnya.Namun, pihaknya telah mengantongi identitas dan keberadaannya,”papar Djoko. Seperti diberitakan sebelumnya, aksi perampokan bersenpi terjadi di Kabupaten Muaraenim dengan korban tauke karet,Ardi Junaedi, 32,warga Desa Beringin,Kecamatan Lubai, Minggu (26/12) sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan Talang Sinar Desa Sugihan,Kecamatan Rambang.</p>
<p>Akibat perampokan itu,korban mengalami kerugian Rp350 juta, 2 buah ponsel, serta luka tembak bagian paha karena melakukan perlawanan. Mirisnya, saat kejadian, korbanhendakmembeligetahkaret yang mendapatkan pengawalan anggota Polres Prabumulih Briptu Andi Sumanja menuju Desa Suban Jeriji,Kecamatan Rambang,menggunakan mobil Toyota Hellux.</p>
<p>Saat di tempat kejadian perkara (TKP),jalan yang dilalui kendaraan korban dipasangi kayu.Ketika korbanmengurangilajukendaraannya, seketika itu tiga orang muncul dari semak-semak langsung menembaki mobil korban. Karena kaget, korban memundurkan mobilnya dengan cepat,tapi mobil terperosok dalam parit sehingga mobil korban tertap diberondong peluru sehingga mengenai paha korban.</p>
<p>Melihat mobil korban terperosok dan korban mengalami luka tembak,akhirnya para pelaku mengambil paksa uang, ponsel korban, dan membawa lari mobil korban. Sementara, kedua korban ditinggalkan di TKP.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cililin.blogdetik.com/2010/12/31/kepolisian-resor-polres-muaraenim/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>30 Profesor Main Sepak Bola Bareng</title>
		<link>http://cililin.blogdetik.com/2010/10/10/30-profesor-main-sepak-bola-bareng/</link>
		<comments>http://cililin.blogdetik.com/2010/10/10/30-profesor-main-sepak-bola-bareng/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 09:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cililin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[30 Profesor Main Sepak Bola Bareng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cililin.blogdetik.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Dies Natalis emas Universitas Sriwijaya (Unsri) ke-50 kemarin dimeriahkan dengan pertandingan sepak bola yang diikuti 30 profesor dan doktor Unsri di lapangan Poltek Unsri Bukit Besar Palembang.

Uniknya, mereka bertanding dengan mengenakan kain sarung selama 20 menit. Saat pertandingan dimulai, para profesor Unsri terlihat senang. Bahkan, penampilan mereka membuat para penonton yang mayoritas mahasiswa Unsri merasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dies Natalis emas Universitas Sriwijaya (Unsri) ke-50 kemarin dimeriahkan dengan pertandingan sepak bola yang diikuti 30 profesor dan doktor Unsri di lapangan Poltek Unsri Bukit Besar Palembang.<br />
<span id="more-9"></span><br />
Uniknya, mereka bertanding dengan mengenakan kain sarung selama 20 menit. Saat pertandingan dimulai, para profesor Unsri terlihat senang. Bahkan, penampilan mereka membuat para penonton yang mayoritas mahasiswa Unsri merasa terhibur.Tak hanya itu, kegiatan dies natalis yang digelar selama sekitar tiga pekan akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan olahraga, seperti sepak bola, bola voli, basket, tenis meja, dan tenis lapangan. Adapun pembukaan Dies Natalis ke-50 Unsri kemarin dibuka Rektor Unsri Prof Dr Badia Perizade. Sedangkan, dalam sambutannya, Badia mengajak para karyawan dan seluruh mahasiswa Unsri berintrospeksi diri demi kemajuan sivitas akademika.</p>
<p>”Kita harus berintrospeksi diri, melakukan evaluasi dan kekurangan-kekurangan yang ada di tubuh Unsri untuk ke depannya agar lebih baik lagi,” ujar Badia. Kegiatan dies natalis Unsri yang digelar setiap tahun ini dimeriahkan berbagai lomba. ”Kita adakan lomba futsal untuk karyawan dan dosen Unsri. Selain itu, mahasiswa mengisinya dengan bermacam kegiatan olahraga, seperti bola kaki dan tenis,kemudian ada kegiatan sosial dan kesenian,” ungkapnya. Sementara itu, ketua panitia dokumentasi dan publikasi dies natalis Unsri Ari Wedhasmara MTI menuturkan, kegiatan sosial yang akan digelar merupakan bukti kepedulian sivitas akademika Unsri.</p>
<p>”Nanti ada kegiatan wisata air Musi,donor darah,lomba baca puisi, sunatan massal.Kemudian, pertunjukan Dul Muluk yang merupakan pertunjukan seni tradisional Sumsel dan masih banyak lagi,” ujarnya. Menurut Ari,selain kegiatan di atas,juga ada kegiatan pertemuan seluruh alumni Unsri dalam bentuk ramah-tamah.”Nanti akan ada acara pemberian penghargaan terhadap pendiri Unsri, dosen berprestasi, karyawan, dan mahasiswa, kemudian seminar yang akan diisi Menko Perekonomian M Hatta Rajasa dan Gubernur Sumsel, Ketua DPR RI,Ketua MPR RI dan Rektor Unsri, serta pameran pendidikan di Graha Sriwijaya Unsri Palembang,”paparnya.</p>
<p>Sedangkan,pada acara puncak, Selasa (2/11), di Auditorium Unsri Indralaya,Ogan Ilir (OI),akan digelar agenda acara pidato dies natalis yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono. “Kita berharap susunan acara dan kegiatan yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik dan sesuai rencana,”pungkasnya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cililin.blogdetik.com/2010/10/10/30-profesor-main-sepak-bola-bareng/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.979 seconds -->

